Rabu, 02 November 2016

sang motivator



Sang Motivator
Terlahir dari keluarga yang sederhana, Andi Kusworo sudah terbiasa dengan keadaan yang ala kadarnya di dalam keluarga kecilnya.lahir pada 6 Desember 1975 di Sanden dari Bapak Kusmartoyo dan Ibu Kartini yang bertempat tinggal di Sanden, Kramat, Magelang. Beliau merupakan anak ketiga dari 6 bersaudara. Andi Kusworo menikah dengan Gunarsih dan dikaruniai 3 orang anak laki laki.
          Kehidupan masa kecil beliau terbilang sangat sederhana, pada masa kecil dia sudah mengenyam lapangan pekerjaan yaitu dengan berjualan semasa sekolah dasar. Setiap harinya diisi dengan menemani Ibu Kartini berjualan saat pulang sekolah. Beliau melanjutkan sekolah SMP di SMPN 11 Magelang dan melanutkan di SMEA (SMKN 2). Ditempat itulah beliau bertemu dengan sang istri.
          Setelah lulus dari SMEA beliau melanjutkan langsung ke dunia pekerjaan. Bekiau bekerja di percetakan Indah. Disana pula ia bertemu kembali dengan sang istri dan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Setelah menikah, mereka mempunyai anak pertama di tahun 1998 bernama Ginda Rakha K W. Anak kedua bernama Raffi Rangga dan anak ketiga bernama Andriano Arsandi.
         
Saat ini beliau bekerja menjadi sopir pribadi Bank Perkreditan Rakyat. Meskipun sangat sederhana, tetapi itu cukup untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan kita. Masih sangat teringat pesan dan kata kata beliau untuk dijadikan prinsip, yang sangat memotivasi kami agar tetap bekerja keras dan bersyukur dengan apa yang kita punya. Salah satunya ialah beliau berkata “Allah akan memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan sesuaatu yang kita inginkan.” Beliau sangat bijak menyikapi segala permasalahan yang dihadapi. Dengan ketenangan, beliau mengayomi dan menjaga kami. Hebat bukanlah dari apa yang kita punya, tapi dari apa yang kita lakukan, secercah motivasi yang selalu kami pegang hingga saat ini.


1 komentar:

  1. Terima kasih (ternyata ganti blog ya). Beberapa kesalahan tulis tetap ada, misalnya --> melanutkan di SMEA (SMKN 2). Ditempat itulah beliau ... yang seharusnya ditulis "melanjutkan", "Di tempat". Selain itu, sudut pandang yang digunakan mestinya sudut pandang orang ketiga, teruta di paragraf terakhir --> ... kita, ... kami

    BalasHapus